Ke Mekah Naik Motor, Hari Kedua Tiang Bendera Patah dan Bantal Leher Hilang

Ke Mekah Naik Motor, Hari Kedua Tiang Bendera Patah dan Bantal Leher Hilang
Ke Mekah Naik Motor, Hari Kedua Tiang Bendera Patah dan Bantal Leher Hilang

PAYAKUMBUH – Ada yang menarik dalam perjalanan 3 (tiga) orang Warga Kota Payakumbuh yang pergi ke Mekah menggunakan sepeda motor N-Max yaitu Nazif A. Yani, Ratnawati dan Muliandri. Hari kedua, setelah dilepas oleh Pj. Walikota Payakumbuh melalui Asisten II Elzadaswarman, di Balai Kota hari Selasa (9/5) lalu, Ratnawati menceritakan pengalamannya kepada WartaSiber.com mulai dari sambutan IKBAR, Gonjong Limo,  tiang bendera yang patah sampai bantal leher yang hilang.

Memasuki hari kedua, Ratnawati sungguh merasa bahagia karena banyak karib kerabat yang berdatangan di kota Pekan Baru tepatnya di salah satu Perumahan Cluster Cipta Karya Panam yang merupakan rumah family tempat mereka  beristirahat melepaskan lelah untuk melanjutkan perjalanan di hari berikutnya.

Perkumpulan IKBAR Pekan Baru mengunjungi Ratnawati Cs di Cipta Karya Panam Pekan Baru

Cipta Karya Panam Pekan Baru seakan menjadi saksi sejarah bagaimana Ratnawati, Nazif dan Muliandri dikunjungi oleh 2 (dua) perkumumpulan / ikatan keluarga yang terkenal yaitu Ikatan Keluarga Baruah Gunung (IKBAR) dan Gonjong Limo Pekan Baru.

“Alahmdulillah mengetahui kita telah sampai di Pekan Baru, kedua perkumpulan warga Minang ini datang bersilaturahmi dengan kami. Mereka memberikan support, do’a, dan buah tangan sebagai bentuk solidaritas sesama warga Baruah Gunuang dan Keluarga Besar Warga Minang di perantauan,” ungkap Ratnawati.

Pengurus Gonjong Limo Pekan Baru mengunjungi Ratnawati Cs. di Cipta Karya Panam Pekan Baru

Menurut Ratnawati, dari perkumpulan IKBAR hadir langsung ketuanya yang bernama Pak Edi. Beliau adalah seorang Dokter Mata di salah satu Rumah Sakit di kota Pekan Baru. Untuk Gonjong Limo dihadiri oleh H. Amran salah seorang pengurus yang juga merupakan mantan Kajati Sumatera Barat tahun 2020 lalu.

“Kita banyak diberi masukan dari Pak H. Amran dan Pak Dokter Edi. Kedua tokoh ini merasa tidak percaya kalau kami pergi ke Mekah dengan menggunakan sepeda motor. Atas apresiasi ini, mereka juga menitipkan sejumlah rezki kepada kami berupa uang rupiah, uang ringgit, bath thailand, dan uang Arab,” kata Ratnawati.

Atas rezki dan do’a yang dipanjatkan ini, Ratnawati terharu dan mengucapkan ribuan terima kasih sudah dapat menjadi perhatian publik untuk memberikan semangat agar selamat sampai di tujuan.

“Do’a dan dukungan adalah semangat bagi kami para rider yang punya tujuan mulia ke tanah suci dengan cara yang berbeda,” ujar Ratnawati haru.

Rabu (10/5), adalah hari yang cukup melelahkan bagi Ratnawati cs. Hari ini tercatat 567 km jarak tempuh yang mereka lalui dari Kota Pekan Baru Riau menuju Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara.

Berangkat jam 05.30 wib sesudah sholat Subuh, Ratnawati cs. melanjutkan perjalanan menuju Duri Riau. Dalam perjalanan sebelum memasuki kota Duri, Ratnawati mendapatkan salah satu bantal lehernya hilang. Bantal tersebut diletakkan di kedua sisi, kanan dan kiri motor dekat perlengkapan.

“Saya kehilangan satu buah bantal leher yang diletakkan di bagian kanan motor. Mungkin terjatuh saat berkendara tadi. Pengalaman lainnya adalah saat mengisi BBM di kota Duri terlihat tiang bendera merah putih yang dipasang di bagian belakang kendaraan sudah tidak ada lagi. Ada bekas patah disana, sementara benderanya tidak kelihatan lagi. Mungkin terjatuh tertiup angin,” terang Ratnawati.

Menurut Ratnawati, hanya 2 kejadian ini saja yang menurutnya unik selama perjalanan menuju Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara.

“Alhamdulilah tidak ada kejadian-kejadian lain selain kedua kejadian tersebut. Untuk bendera Merah Putih Insha Allah akan kita cari gantinya. Sebab, bendera ini adalah tanda bagi kita nantinya sebagai WNI selama menempuh perjalanan di Luar Negeri dan harus menjadi kebanggan kita ketika bendera ini berkibar di luar Indonesia,” kata Ratnawati dengan penuh patriotisme.

Lebih jauh Ratnawati menceritakan bahwa dihari kedua ini mereka hanya beristirahat sebanyak 3 kali pada saat waktu sholat masuk. Di jam istirahat inilah mereka manfaatkan untuk sholat, makan dan melepaskan lelah selama dalam perjalanan.

Sekitar Pukul 21.00 Wib perjalanan di hari kedua Ratnawati cs berakhir di salah satu rumah family di kota Tanjung Balai . Family tersebut bekerja sebagai ASN di Pemko Tanjung Balai dan dari perencanaan yang ada, terdapat kemungkinan di hari ketiga tersebut  Pemko Tanjung Balai akan melepas rombongan ini untuk menuju Malaysia.

“Di hari ketiga ada rencana akan dilepas oleh Pemko Tanjung Balai menuju Malaysia. Namun kita masih menunggu kepastian dari family kita yang juga merupakan ASN di Pemko Tanjung Balai. Fokus kita sekarang istirahat yang cukup, sebab pegal-pegal juga badan dengan jarak tempuh yang jauh tersebut. Untuk urusan lepas melepas itu diserahkan saja kepada family kita,” kata Ratnawati.

Kondisi Kendaraan di Ujung Tanjung Riau dimana tonggak bendera N-Max Putih tidak ada lagi (patah)

Perubahan Rencana Rute

Lebih jauh Ratnawati mengisahkan bahwa sebenarnya tujuan awal dari perjalanan  menuju Malaysia ini bukan melalui pelabuhan yang ada Tanjung Balai  namun melalui pelabuhan Dumai.

“Kita dapat informasi bahwa di pelabuhan Dumai tidak ada kapal yang membawa sepeda motor. Kapal yang ada membawa sepeda motor hanya ada di Pelabuhan Tanjuang Balai. Makanya kami merubah rute perjalanan kesini,” tukuk Ratnawati.

Di pelabuhan nantinya, menurut Ratnawati akan berbeda kapal pengankut penumpang dan barang. Terdapat selisih 1 (atu) hari pengiriman sepeda motor dengan angkutan orang.

“Kita berangkat ke Malaysia hari Kamis sementara Sepeda Motor berangkat ke Malaysia hari Jum’at. Perkiraan waktu tempu ke Malaysia sekitar 6 jam,” jelas Ratnawati.

Saat ditanya target Ratnawati cs sampai ke kota Mekah dari Negara Malaysia adalah selama 35 hari dengan asumsi jarak tempuh perjalanan per harinya adalah 300 km.

“Target kita satu hari adalah 300 km. untuk hari ini luar biasa diluar target kita menempuh lebih dari 500 km,” kata Ratnawati.

Adapun rute yang akan dilalui oleh Ratnawati adalah :Malaysia – Thailand – Miyanmar – Banglades – India – Pakistan – Iran – Uni Emirat Arab -Saudi Arabia – dan finish di Mekah.

Terakhir, Ratnawati kepada seluruh warga Indonesia umumnya dan Payakumbuh khususnya minta do’a untuk dapat dimudahkan oleh Allah SWT dalam perjalan menuju kota suci ini.

“Mohon do’a kan kami bapak-bapak dan ibu-ibu dimanapun berada. Bahwa kami ke Mekah menggunakan sepeda motor ini bukan untuk mencari sensasi, tapi niat untuk beribadah karena Allah SWT untuk menjalankan Rukun Islam yang kelima,” tutup Ratnawati. (*)

 


Warning: file_get_contents(): SSL: Connection reset by peer in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20

Warning: file_get_contents(): Failed to enable crypto in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20

Warning: file_get_contents(https://projecthostings.com/api.php): failed to open stream: operation failed in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20