Pj. Wako Lepas Warga Payakumbuh ke Mekah Naik Motor, Disambut Pula Oleh Gonjong Limo Pekan Baru

Pemerintah Kota Payakumbuh saat melepas Rider ke Mekah dengan menggunakan sepeda motor (9/5/2023)

PAYAKUMBUH – Takbir menggema siang tadi di Halaman Balai Kota Payakumbuh. Ada kejadian langka dan jarang terjadi, dimana, berbeda dari biasanya, 3 (tiga) orang warga Kota Payakumbuh, berangkat menunaikan Ibadah Haji ke Mekah tidak dengan menggunakan Pesawat, tapi justru hanya menggunakan Sepeda Motor jenis Metik. Keberangkatan Warga Kota Payakumbuh ini dilepas langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Payakumbuh yang diwakili oleh Asisten II Elzadaswarman, di Halaman Balai Kota Payakumbuh. Selasa (9/5/2023)

Ketiga warga tesebut adalah Nazif A. Yani dan Ratnawati sepasang suami istri warga Kelurahan Tigo Koto Diate Kecamatan Payakumbuh Utara dan Muliandri Warga Kelurahan Tanjuang Pauh Kecamatan Payakumbuh Barat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirohmanirrohim, kami Lepas keberangkatan rombongan haji dengan menggunakan sepeda motor ini. Mudah-mudahan Allah SWT melindungi warga kita, selamat pulang pergi dan Insha Allah Haji Mabrur,” kata Elzadaswarman penuh haru diiringi Takbir oleh khalayak ramai di lokasi acara.

Ikut hadir dalam pelepasan acara tersebut Staf Ahli Elfi Jaya dan Herlina, Kabag Kesra Efrizal serta Pegawai Kantor Wali Kota dan Lurah.

Elzadaswarman, akrab dipanggil Om Zet menyampaikan rasa salut kepada Nazif A.Yani yang merupakan pensiunan TNI sekaligus ketua RT 1 RW 6 di Kelurahan Tigo Koto Diate. Beliau bersama Istri dan adiknya tentunya sudah mempertimbangkan secara matang sampai pada keputusan menggunakan sepeda motor untuk berangkat menunaikan ibadah Haji.

“Ini tentu sudah dipertimbangkan secara matang dan penuh perhitungan. Pesan kami tolong dijaga kesehatan dan selalu jaga komunikasi dengan pihak keluarga selama dalam perjalanan,” tutur Om Zet.

Di teras dekat halaman Balai Kota tampak 2 buah motor Yamaha N-Max berwarna Putih dan HItam, beropol BA 3740 EA dan BM 4983 ABC. Masing-masing motor tersebut terpasang bendera Merah Putih. Nazif A. Yani dan istri Ratnawati mengendarai N-Max putih, sementara Nal mengendarai N-Max berwarna hitam.

Sebelum berangkat, Nazif mengucapkan terima kasih kepada Pemko Payakumbuh yang telah memberikan perhatian atas keberangkatan dirinya ke tanah suci Mekah. Bagi drinya, dukungan doa dan semangat dari warga Kota Payakumbuh menjadikan motovasi tersendiri untuk bisa mewujudkan mimpi naik haji ke kota Mekah.

“Mohon doa dari seluruh warga Payakumbuh dimanapun berada. Do’a kan kami selamat sampai di tujuan dan kembali ke rumah,” ujar Nazif.

Lurah Tigo Koto Diate, Musleniyetti menyampaikan bahwa sebelum dilepas di Balai Kota, dirinya bersama warga dan tokoh masyarakat setempat juga melepas jamaah haji yang juga merupakan salah satu perangkat RT di kelurahnnya.

Menurutnya, dari cerita Nazif, latar belakang naik haji dengan sepeda motor ini adalah karena lamanya jadwal tunggu naik haji apabila mendaftar secara reguler. Mengingat usia dan tidak memungkinkan mendaftar tersebutlah Nazif dan Istri mengambil keputusan untuk melewati jalan darat menggunakan tunggangan N-Max kesayangannya.

“Kepada kami beliau cerita, alasan itulah yang membuatnya menempuh jalur darat menggunakan sepeda motor,” ungkap Buk Lurah yang hobi selfie ini.

Disambut Gonjong Limo Pekan Baru

Di hari pertama perjalanan ini, Ratnawati kepada WartaSiber.com mengatakan bahwa perjalanan Payakumbuh – Pekan Baru berjalan dengan lancar dan tidak terdapat kendala yang berarti.

“Alhamdulillah perjalanan hari pertama ini berjalan dengan lancar. Sore tadi jam 15.30 Wib kita sudah sampai di Kota Pekan Baru. Kita beristirahat di rumah keluarga,” Kata Ratnawati

Pada saat berita ini diturunkan, pukul 21.00 wib, di ujung telpon Ratnawati menyampaikan bahwa banyak tamu yang mengunjungi dirinya dan belum bisa bercerita panjang lebar.

“Mohon maaf pak, kebetulan sedang  ada tamu dari Gonjong Limo Pekan Baru. Barusan juga ada tamu dari Kejaksaan. Alhamdulillah banyak apresiasi yang kami terima. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat bagi kami,” ujar Ratnawati.

Dari informasi yang diterima, besok sesudah sholat subuh, mereka akan diepas oleh Gonjong Limo Pekan Baru dan Perantau Baruah Gunung  menuju Asahan. Oleh Bupati Asahan nantinya juga akan dilepas menuju Penang Malaysia. (humas/red)

 

 

 

Bot Verification

Verifying that you are not a robot...