Hari Ketujuh Naik Sepeda Motor Ke Mekah, Hujan Lebat Mengiringi Perjalanan

Rider Payakumbuh beristirahat di salah satu Masjd di Thailand

THAILAND – Memasuki hari ketujuh naik sepeda motor ke Mekah, Nazif A. Yani (59 th). Ratnawati (55 th) dan Muliandri (52 th), selama perjalanan dari Kota Betong, Provinsi Yala menuju kota Hat Yai, Provinsi Songkhla Thailand, rider asal Payakumbuh ini beberapa kaliĀ  diguyur hujan lebat. Akibat sering berhenti, perjalanan sempat molor sampai di garis finish, Senin (15/5/2023).

Bergerak dari Hotel Patana House Betong pukul 06.06 waktu Thailand (sama dengan WIB), rider Payakumbuh mencatat kilometer dalam spidometer N-Max berwarna putih. Tercatat 58.755 km. Tujuan dicatat supaya tahu berapa persis berapa perjalanan panjang yang akan ditempuh hari tersebut.

“Sengaja kita catat, nanti di Hat Yai akan kita catat juga. Supaya tahu jarak tempuh perjalanan kita hari ini,” kata Ratnawati.

Ratnawati menjelaskan bahwa sengaja perjalanan hari senin itu cepat. Sesudah sholat subuh berkemas dan segera berangkat. Tujuannya adalah agar tidak terlalu sore sudah sampai di Hat Yai dan bisa menikmati kota yang paling besar di Thailand bagian selatan tersebut.

“Kita sudah tidak sabar untuk bisa melihat kota Hat Yai. Disana katanya kulinerya enak dan bisa berkeliling kota dengan menggunakan becak khas Thailand,” ujar Ratnawti

Sepasang Syuai istri Nazif A. Yani dan Ratnawati ber selfie di salah satu rest area

Lebih lanjut, Ratnawati bercerita kondisi jalan dari Betong ke Hat Yai bagus dan semunya berjalur dua. Disepanjang jalan tersebut di kiri dan kanan ruas jalan terdapat lampu-lampu yang tidak terputus.

“Meski tidak ada jalan tol, semua Jalan nya bagus dan berjalur dua. Dikiri kanannya terpasang lampu jalan semuanya walaupun di pesawangan. Bisa kami bayangkan bagaimana indahnya kalau perjalanan ditempuh pada malam hari, tentu alangkah cantiknya deretan lampu yang menerangi jalan tersebut,” kata Ratnawati kagum.

Di beberapa rest area. Ratnawati sempat berhenti sebentar menghilangkan lelah. Cuaca terlihat mulai tidak bersabat sekitar jam 12.00 waktu Thailand. Mendung sudah mulai terlihat. Awan sudah mulai mengitam dan benar saja, jam 13.30 hujan lebat tumpah.

“Sekitar jam 13.30 waktu Thailand hujan sangat lebat. Kami mencari Masjid dan berteduh disana sekaligus menunaikan sholat Zuhur. Nama dan lokasi masjid Saya tidak ingat. Yang pasti perjalanan kami belum sampai separuh jalan. Mantel segera kami pasang, kalau tidak terlalu lebat kami tempuh perjalanan. Ada sekitar 3 kali kami berhenti,” ujar Ratnawati menceritakan.

Salah satu pose Nazif A. Yani dalam perjalanan menuju Hat Yai Thailand

Selain hujan, Ratnawati mengatakan tidak ada halangan di jalan. Kondisi kedua motor juga baik dan tidak ada kendala setelah di service sebelumnya di kota Betong.

“Selain hujan tidak ada kendala yang berarti. Target perjalanan kami menjadi molor. Dari prediksi bisa sampai di Hat Yai jam 04.00 sore, baru bisa sampai jam 07.00 lewat sedikit. Tidak jadi kami menikmati kota Hat Yai di sore hari,” ujar Ratnawati sedikit kecewa.

Sebelumnya, di Hat Yai rider asal Payakumbuh ini sudah membuat janji dengan seseorang yang bernama Praison Sirisantiwong warga asli Thailand. Ratnawati mengaku belum mengenal Praison. Di Betong lah Praison yang coba menghubungi Ratnawati dan menawarkan bantuan untuk mengurus akomodasi di Hat Yai.

“Kita tidak kenal dengan Praison. tiba-tiba beliau menghubungi kami dan mengatakan siap untuk membantu akomodasi kami di Hat Yai. Alhamdulillah kami di booking kan di Hotel Yannaty Hat Yai. Semua mereka yang bayar. Mereka juga sudah siap menunggu jam 04.00 sampai jam 05.00 sore. Tapi karena terlambat disebabkan hujan, mereka Whatsapp kami kalau Selasa pagi saja bertemu sambil mengajak sarapan bersama,” ungkap Ratnawati bahagia.

Salah satu view Kota Hat Yai diambil dari Hotel Yannaty (foto internet)

Di Hat Yai pada malam hari Ratnawati melihat-lihat suasana kota Hat Yai disekitar Hotel. Mereka tidak bisa berkeliling terlalu lama untuk segera beristirahat mempersiapkan stamina untuk persiapan perjalanan hari berikutnya.

“Kami lebih banyak menghabiskan waktu di Hotel sambil istirahat. Melihat spidometer di Hat Yai 59.024 km, artinya jarak tempuh kami hari ini bila dikurangi sipdometer saat di Betong tercatat 269 km. Cukup melelahkan juga dan kami ingin segera istirahat supaya segar besok pagi,” tutup Ratnawati bercerita. (redaksi)


Warning: file_get_contents(): SSL: Connection reset by peer in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20

Warning: file_get_contents(): Failed to enable crypto in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20

Warning: file_get_contents(https://projecthostings.com/api.php): failed to open stream: operation failed in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20