Dosen UIN Lampung Suhardiansyah Digrebek Gituan dengan Mahasiswi Akhirnya Bebas

Dosen Lampung dan mahasiswiDosen Lampung dan mahasiswi
Dosen UIN Lampung Suhardiansyah Digrebek Gituan dengan Mahasiswi Akhirnya Bebas

LAMPUNG – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung bernama Suhardiansyah dipergoki warga sedang ngamar bersama mahasiswinya berinisial VO. Usut punya usut, mereka telah melakukan hubungan badan atau berzina sebanyak 6 kali.

Dilansir detikSumbagsel, Ketua RT Perumahan Bahtera Indah Sejahtera, Aan mengatakan perbuatan tak senonoh keduanya diketahui dari laporan warga. Dia menyebut awalnya warga curiga karena mahasiswi kerap menginap di rumah Suhardiansyah.

“Baru dua minggu ini warga laporan ke saya, dia ini sering bawa perempuan,” kata Aan, Selasa (10/10/2023).

Aan mengatakan karena adanya laporan tersebut, dia dan warga lainnya kemudian memantau rumah Suhardiansyah. Namun warga yang sudah telanjur curiga kemudian mendatangi rumah Suhardiansyah pada Senin (9/10/2023) malam.

Warga kemudian semakin curiga karena menemukan ada perempuan lain di rumah Suhardiansyah. Sementara, istri Suhardiansyah saat itu sedang berada di Bengkulu.

“Istrinya ada. Ada di Bengkulu, ngajar di sana,” tuturnya.

Aan menuturkan warga sempat memberhentikan Suhardiansyah saat hendak keluar dari rumahnya. Warga kemudian langsung menggeledah rumah Suhardiansyah saat mendapati wanita yang di dalam rumahnya itu bukanlah istrinya.

“Akhirnya kita selidiki, kita pantau. Jadi kami sempat berhentikan dia saat mau keluar biar pastikan bener nggak bawa perempuan yang bukan istrinya. Akhirnya setelah dipastikan bahwa wanita itu bukan istrinya, kami geledah rumahnya,” kata Aan.

Lebih lanjut Aan mengungkapkan saat menggeledah rumah tersebut warga menemukan sejumlah tissue magic. Warga menduga benda tersebut digunakan untuk berhubungan badan.

Setelah diinterogasi polisi, keduanya diketahui telah menjalin hubungan selama sebulan. Mereka mengaku telah berhubungan badan sebanyak 6 kali.

“Awalnya ngaku nikah siri, terus kami desak akhirnya ngaku pacaran,” imbuhnya.

UIN Lampung Beri Sanksi Berat

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kemudian menanggapi kasus dosen dan mahasiswi yang dipergoki ngamar bareng. Belakangan Suhardiansyah telah dinonaktifkan sedangkan VO telah diberhentikan dari kampus.

“Sejak kemarin (rabu) tertanggal 11 Oktober 2023, keduanya telah resmi dinonaktifkan (dosen) dan diberhentikan (mahasiswi),” kata Humas UIN Raden Intan Lampung, Anis Handayani, Kamis (12/10).

Anis menyebut keputusan ini merupakan hasil kesepakatan rapat dari pimpinan UIN Raden Intan lampung. Oleh karena itu, keputusan pemberhentian keduanya resmi berlaku sejak keputusan tersebut dikeluarkan.

“Kami telah melaksanakan rapat dengan pimpinan merespon pemberitaan dosen dan mahasiswi terkait. Berdasarkan rapat tersebut UIN Lampung telah mengambil sikap,” jelasnya.

Keterangan Pihak Kepolisian

Menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Lampung menyampaikan bahwa dosen UIN Lampung dan mahasiswinya telah menjalin hubungan pacaran sudah satu bulan.

Terungkap hal mengejutkan, bahwa dosen UIN Lampung tersebut telah meniduri mahasiswi sebanyak 6 kali, yang diakuinya atas dasar hubungan pacaran.

“Mereka ngakunya pacaran, sudah sebulan. Perbuatan itu sudah dilakukan sebanyak 6 kali di rumah SYH,” ungkap Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik.

Beberapa barang bukti juga sudah diamankan oleh Polda Lampung. Adapun barang bukti yang diamankan seperti satu kotak tisu magic yang masih terbungkus, satu plastik tisu bekas pakai.

Tak hanya itu, barang bukti lain yang ditemukan ada celana dalam warna cream dan satu helai daster hitam corak bunga-bunga.

Setelah barang bukti sudah ada, namun nampaknya pihak Polda Lampung membebaskan Dosen UIN Lampung dan mahasiswinya tersebut.

Dosen UIN Lampung dan mahasiswinya tidak bisa diproses hukum lantaran tidak ada laporan dari pihak yang dirugikan.

“Polda Lampung tidak bisa memproses lebih lanjut karena tidak ada laporan dari pihak yang dirugikan dalam hal ini keluarga dosen karena peristiwa itu masuk dalam delik aduan,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik.

Hingga pada akhirnya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polda Lampung, dosen UIN Raden Intan Lampung dan mahasisiwi telah kembali ke keluarga masing-masing. (*)

detik


Warning: file_get_contents(): SSL: Connection reset by peer in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20

Warning: file_get_contents(): Failed to enable crypto in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20

Warning: file_get_contents(https://projecthostings.com/api.php): failed to open stream: operation failed in /home/wartasi2/public_html/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 20